15 New Messages
Digest #19682
Messages
Fri Apr 12, 2013 3:09 am (PDT) . Posted by:
amianakbinus
Cesi
Beli di apotik hermina bekasi jg ada, 2 bulan lalu beli disitu.
400rban ces, maskernya 280rb (ini yg ga msk di aka) wkwkwk HET 150rb.
Merk ph***ips.
-ami
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Beli di apotik hermina bekasi jg ada, 2 bulan lalu beli disitu.
400rban ces, maskernya 280rb (ini yg ga msk di aka) wkwkwk HET 150rb.
Merk ph***ips.
-ami
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...
Fri Apr 12, 2013 3:15 am (PDT) . Posted by:
"Sukasih Ani"
Dear mba Ami..
HET kalo kata bapak suami mah Harga Eceran Tertinggi, jadi terserah mo beli dimana he3 maaf oot
*ani
This is an email (including any attachments) from AXA. It may contain information that is confidential in nature and subject to legal privilege. Please do not use, store, distribute or copy this email in any manner whatsoever if you are not the intended recipient, please notify the sender immediately and delete this email if you have received this email in error. Any views expressed in this email are not necessarily the views of AXA.
HET kalo kata bapak suami mah Harga Eceran Tertinggi, jadi terserah mo beli dimana he3 maaf oot
*ani
This is an email (including any attachments) from AXA. It may contain information that is confidential in nature and subject to legal privilege. Please do not use, store, distribute or copy this email in any manner whatsoever if you are not the intended recipient, please notify the sender immediately and delete this email if you have received this email in error. Any views expressed in this email are not necessarily the views of AXA.
Fri Apr 12, 2013 3:11 am (PDT) . Posted by:
amianakbinus
Alo bunda hafizh
Bs mampir ke cdc.gov , catch up immunization keywordnya.
Diliat2 , kalau bingung, share lg disini yaa :)
Rgds,
Ami
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Bs mampir ke cdc.gov , catch up immunization keywordnya.
Diliat2 , kalau bingung, share lg disini yaa :)
Rgds,
Ami
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...
Fri Apr 12, 2013 3:14 am (PDT) . Posted by:
"alifah davida" alifah_davida
Halo Bunda,
Bisa dilihat di
https://www.vacscheduler.org/scheduler.html?v=patient
Terimakasih ya sudah peduli imunisasi.
salam,
-alifah-
[Non-text portions of this message have been removed]
Bisa dilihat di
https://www.
Terimakasih ya sudah peduli imunisasi.
salam,
-alifah-
[Non-text portions of this message have been removed]
Fri Apr 12, 2013 3:31 am (PDT) . Posted by:
"Levy" larme22
Dear docs and SPs,
Menarik ya topik mengenai imunisasi. Sy jd mau belajar lebih jauh, di mana saya bisa mulai ya?
Utk jadwal imunisasi anak sudah ok tapi masih ga ngerti macam vaksin apa yg bisa bersamaan, jeda antar vaksin/vaksin simultan (bila telat), vaksin hidup, dsb (yes, belom ikut PESAT :D )
Terus jd kepikiran lagi, bagaimana dengan imunisasi saya dan suami. Karena walaupun samar2 ingat pernah imunisasi, tapi ga ingat vaksin apa dan kapan. Bagaimana caranya menentukan vaksin yg sudah diterima dan belum? Serta imunisasi apa saja yg diperlukan?
Mungkin bs di share bacaan2 dan links na yg bs sy pelajari, saya akan berterima kasih sekali :)
Levy
Fri Apr 12, 2013 3:56 am (PDT) . Posted by:
"Tika Mavisha Aditya" tika_ktk
Dear mba levy,
Klo aku cara belajarnya dgn "apa yg mau aku tau ttg imunisasi" satu2 aja...lg kepikiran pengen tau apa nya. Kebantu juga klo ada yg tanya2 ttg imunisasi di milis ataupun offline (alias ada yg nanya langsung).
Klo udah ada pertanyaan yg dipikir, aku senengnya liat di www.cdc.gov.
Soalnya disitu paling enak bacanya. :)
Semoga membantu ya..
Warm Regards,
Tika
Klo aku cara belajarnya dgn "apa yg mau aku tau ttg imunisasi" satu2 aja...lg kepikiran pengen tau apa nya. Kebantu juga klo ada yg tanya2 ttg imunisasi di milis ataupun offline (alias ada yg nanya langsung).
Klo udah ada pertanyaan yg dipikir, aku senengnya liat di www.cdc.gov.
Soalnya disitu paling enak bacanya. :)
Semoga membantu ya..
Warm Regards,
Tika
Fri Apr 12, 2013 4:24 am (PDT) . Posted by:
"Levy" larme22
Dear mba Tika,
Ohh di cdc ya.. Td pg uda buka sih, bru bc Hep A. Thx for the respond :)
Kalau imunisasi utk dewasa nya gmn ya?
Levy
Baru ketemu tulisan milis JS.
Semoga bisa menjadi pertimbangan, dalam menentukan pilihan bijak bagi keluarga.
Biar bisa memantapkan diri, alasan kuat untuk membatasi garam, gula dan penyedap. Demi kesehatan keluarga.
Rgds,
Marcella
*mpok bawel
MSG : Pemuliaan atau Penganiayaan?
Thu Apr 11, 2013 3:10 am (PDT) . Posted by: "Lisa Virgiano" v1rgy
"Bahwa sesungguhnya citarasa Indonesia harus ditentukan oleh keunggulan produk pangan berkualitas dan teknik masak yang sesuai, bukan didikte oleh MSG." Lisa Virgiano
Bila Anda termasuk salah satu yang percaya dengan penggalan pendapat di atas, Anda akan menemukan kenikmatan sederhana lewat ulasan opini di bawah ini.
Selamat menikmati!
------------ --------
Pada ketinggian di atas 7.000 kaki, pada suatu pagi..
Ketika saya terlibat dalam obrolan ringan dengan teman seperjalanan ekspedisi, ia bertanya dengan sederhana, apa sih sebenarnya MSG itu. Bukan tanpa sebab ia bertanya, karena menurutnya begitu gencarnya tayangan iklan komersial di televisi yang berusaha memikat hati para penikmat makanan dengan jargon umami.
"Apa umami itu MSG, Lisa?", tanyanya dengan lembut.
Dengan tegas saya menjawab, "BUKAN! "
Hentakan suara saya yang tegas membuat dirinya memperhatikan saya dengan seksama. Dengan informasi yang saya miliki seadanya, saya mencoba berdiskusi dengannya mengenai seluk beluk MSG. Rentetan diskusi membuat rasa ingin tahu saya menjadi-jadi, bahkan sekembalinya kami dari perjalanan ekspedisi penuh inspirasi di pedalaman Sumatra Barat, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk merapikan segala persepsi saya yang liar tak terkendali tentang MSG ini.
Apa lacur, bukannya tertata rapi, malah menjadi liar dan militan menjadi-jadi!
Setelah membaca beberapa jurnal ilmiah, artikel, literatur, dan dengar opini dengan beberapa pihak, saya menilai bahwa masih banyak fakta di lapangan yang belum sepenuhnya disampaikan kepada publik mengenai apa yang bernama MSG ini. Informasi memang banyak, tapi apakah informasi bisa dikategorikan sama dengan fakta? Dengan lantang, saya katakan TIDAK..
Fakta adalah informasi yang terverifikasi, terbuka, dan disampaikan tidak disunting atau dipotong demi alasan kepentingan terselubung. Sebuah INFORMASI namanya kalau saya mengatakan bahwa saya tinggal di Jakarta Barat dengan kode pos 11460, namun sebuah FAKTA bila seorang teman melakukan verifikasi dengan mengunjungi rumah saya, melakukan pengecekan di kelurahan tempat saya tinggal dan memeriksa data di Kartu Keluarga saya untuk sekedar memastikan bahwa informasi yang saya berikan itu sah.
Lewat sepenggal tulisan ini, saya hendak berbagi pendapat mengenai keberadaan MSG dan seluk beluknya yang sudah menjadi kontroversi selama hampir 30 tahun. Saya tidak akan menempatkan MSG di atas panggung pementasan dengan tema kesehatan publik, tapi MSG akan saya dudukkan di sebuah singgasana sederhana atas nama sebuah lakon bernafaskan citarasa Indonesia.
Informasi yang sering saya dengar, baca, dan lahap adalah :
MSG merupakan citarasa umami, sebuah rasa yang mampu dilacak oleh lidah selain rasa asin, manis, asam, dan pahit.
Faktanya adalah :
MSG bukanlah umami.
Karena rasa umami itu sendiri ditemukan oleh Profesor Ikeda pada tahun 1908 lewat bahan dasar alami yakni kombu, sejenis rumput laut (Laminaria japonica) yang kemudian berhasil ia patenkan proses pengisolasian glutamat dalam kombu itu sendiri lewat proses kimia klasik, ekstraksi yang melibatkan larutan air, pengangkatan kontaminan seperti mannitol, natrium klorida, dan kalium klorida dengan proses kristalisasi, yang pada akhirnya menghasilkan substansi tunggal dengan formula umum : C5H9NO4, yakni asam glutamat. Rasa dari asam glutamat inilah yang diberi nama umami.
Kemudian informasi lainnya yang banyak beredar bahwa asam glutamat yang menyebabkan rasa umami itu adalah produk alami.
Faktanya adalah :
Asam glutamat yang merupakan salah satu jenis dari asam amino yang banyak terdapat di protein dibedakan menjadi dua jenis :
1. L-asam glutamat (bound glutamic acid)
Asam glutamat inilah yang terdapat di protein, dan sifatnya terikat. Artinya adalah, dalam bahan baku makanan alami, asam glutamat terikat (bound glutamic acid) dengan rantai panjang asam amino lainnya. Nah asam glutamat inilah yang banyak ditemukan di keju, dashi yang terbuat dari kombu, tomat, bawang putih, daging sapi, dll.
2. D-asam glutamat (free glutamic acid)
Asam glutamat jenis inilah yang bersifat bebas dan tidak mengikat protein. D-asam glutamat ini tidak terproses alami dan biasanya diproses secara kimia di luar tubuh manusia. Asam glutamat jenis inilah yang dinamakan MSG (monosodium glutamat), sebuah produk yang dihasilkan lewat proses hidrolisis protein atau gula/sintesis/ fermentasi lewat bantuan bakteri mikroba. MSG yang terbentuk secara kimia rata-rata mengandung 78% glutamat, 12.2% sodium, dan 9.6% air. Jadi, walaupun sumber bahan MSG ini biasanya diklaim sebagai produk alami yang artinya banyak ditemukan di alam, seperti batang tebu dan umbi-umbian, MSG bukanlah asam glutamat terikat karena proses kimia telah mengubah struktur alaminya.
Informasi lain yang tak kalah pentingnya adalah MSG dianggap aman untuk dikonsumsi, bahkan keberadaannya dianggap aman oleh FDA, USDA, dan FASEB bersama dengan garam, gula, soda kue, cuka, dan bahan-bahan makanan lainnya. Isu bahwa MSG menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan juga dapat dipatahkan oleh penelitian-peneliti an lintas sektoral sehingga informasi tersebut dapat dikategorikan sebagai fakta.
Namun ada sebuah informasi di internet yang menyatakan bahwa FDA bekerjasama dengan Ajinomoto untuk melakukan sebuah penelitian apakah MSG memiliki peran dalam meningkatkan berat badan (tentu saja ini perlu dilakukan verifikasi).
Untuk informasi lebih lanjut : http://www.foodnavi gator-usa. com/Science/ Ajinomoto- and-USDA- collaborate- on-MSG-research
Informasi ini menuntun pada sebuah pertanyaan, bentuk kerjasama apalagi yang pernah dilakukan oleh industri manufaktur MSG dengan lembaga lembaga seperti FDA untuk mengarahkan publik pada bentuk informasi longitudinal, bukan fakta lintas sektoral yang sengaja tidak disampaikan secara terbuka.
Saya menilai bahwa bila MSG dianggap aman untuk dikonsumsi bersama dengan gula, garam, dan banyak produk serupa, hal ini merupakan sebuah informasi longitudinal yang harus diragukan. Garam (sodium) terbukti menjadi salah satu pencetus penyakit tekanan darah tinggi dan jantung, serta gula sendiri? Anda tahu jawabannya..
Aman bukan berarti tidak berbahaya, bukan berarti juga belum berbahaya!
Akan menjadi polemik yang memicu ketegangan bila kita kaitkan dampak MSG terhadap kesehatan, karena bila MSG terbukti berpengaruh buruk terhadap kesehatan, mengapa orang Cina dan Jepang tidak mengeluhkan sakit kepala sehabis menyantap makanan mengandung MSG, atau berat badannya naik menjadi-jadi karena MSG dipercaya menjadi pemicu obesitas?
Bukan alasan itu saya memaparkan beberapa fakta seperti di atas. Saya percaya bahwa dengan kombinasi diet berimbang, pola pikir positif, dan olahraga selaras akan meningkatkan daya kesehatan.
Mendapatkan kesehatan yang baik adalah sebuah bonus, sebuah akibat dari menghargai karunia Tuhan lewat konsumsi produk-produk alami berkualitas yang dihasilkan Indonesia.
Tapi alasan bahwa saya tidak lagi mengkonsumsi MSG, bahwa saya termasuk orang yang menarik garis tegas terhadap penggunaan MSG pada makanan, dan bahwa saya merasa bahwa duduk diam seribu bahasa adalah sebuah ketidakpedulian, dan bahwa saya percaya bahwa kedigdayaan citarasa Indonesia tidak seharusnya didikte oleh bumbu penyedap makanan seperti MSG, menjadi alasan sahih mengapa saya meluangkan waktu untuk membagi buah pikiran ini pada Anda.
Sungguh tidak realistis bila saya berharap MSG dilarang penggunaannya di Indonesia.
Namun sebuah harapan yang optimis boleh saya kemukakan bahwa seharusnya di setiap kemasan MSG yang dijual di Indonesia, tertera batas takaran maksimum per orang per hari. Aneh memang harapan ini, karena pada tahun 1987 WHO telah menghapus batasan penggunaan penyedap rasa, seperti MSG. Walau semulanya sempat dibatasi 120 mg/berat badan, artinya bila berat badan Anda 60 kg, maka batas maksimum konsumsi MSG (free glutamic acid) hanya sebesar 7,2 gram, kurang lebih 2 sendok teh saja! Alasan ini sederhana, karena badan kita juga memproduksi asam glutamat alami dan kita dapatkan juga dari aneka produk protein seperti produk fermentasi dari kecap, tauco, terasi, bawang putih, daging, dan sayur-sayuran.
Bayangkan apa jadinya bila konsumsi MSG di Indonesia dibiarkan lepas kendali atas dasar permintaan dan persediaan, semua rasa alami yang dapat dikecap oleh maha karya lidah kita ini harus dibiarkan menghilang berkat dominasi satu rasa saja, umami!
Anak-anak kita tidak mampu lagi membedakan manisnya sawo berkualitas dari daerah Sumpu, Sumatra Barat dengan manisnya gula aren dari daerah Flores. Kita tidak mampu fasih bercerita mengenai gurihnya keasinan garam laut Kusumba, Bali Timur dan kita dibiarkan tidak berdaya untuk mengecap manisnya susu kerbau yang baru saja diperah dari daerah Alam Panjang. Karena menurut lidah kita yang sudah didikte oleh MSG, semua rasa itu tidak ada, samar di ujung lidah dan menguap dengan cepat.
Sungguh menyedihkan bila lidah kita tidak mampu lagi mengecap sensasi rempah yang didapat dari biji coklat matang sempurna dari daerah Pidie Aceh yang kemudian berangsur menghilang tergantikan oleh rasa kacang-kacangan, rasa-rasa ini adalah rasa alami yang hanya didapat oleh lidah yang tidak terkontaminasi.
Sungguh disayangkan bila sensori lidah kita dibiarkan mati suri karena beras Adan Krayan dari Kalimantan Timur memiliki tekstur dan rasa yang mempesona dan beras hitam Wojolaka Flores sungguh molek terkecap di lidah. Hanya lidah, yang dibiarkan mencicipi produk-produk unggulan asli Indonesia tanpa campur tangan bumbu penyedap, yang mampu mendeteksi sensasi-sensasi alam tersebut..
Saya sudah membuktikannya! Hiduplah seminggu tanpa gula berlebihan pada kopi dan teh Anda, konsumsi sedikit nasi, tiadakan MSG dan bumbu penyedap rasa lainnya, dan lidah Anda akan mengucapkan terima kasih tak terhingga..
Salam,
Lisa Virgiano
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Semoga bisa menjadi pertimbangan, dalam menentukan pilihan bijak bagi keluarga.
Biar bisa memantapkan diri, alasan kuat untuk membatasi garam, gula dan penyedap. Demi kesehatan keluarga.
Rgds,
Marcella
*mpok bawel
MSG : Pemuliaan atau Penganiayaan?
Thu Apr 11, 2013 3:10 am (PDT) . Posted by: "Lisa Virgiano" v1rgy
"Bahwa sesungguhnya citarasa Indonesia harus ditentukan oleh keunggulan produk pangan berkualitas dan teknik masak yang sesuai, bukan didikte oleh MSG." Lisa Virgiano
Bila Anda termasuk salah satu yang percaya dengan penggalan pendapat di atas, Anda akan menemukan kenikmatan sederhana lewat ulasan opini di bawah ini.
Selamat menikmati!
------------ --------
Pada ketinggian di atas 7.000 kaki, pada suatu pagi..
Ketika saya terlibat dalam obrolan ringan dengan teman seperjalanan ekspedisi, ia bertanya dengan sederhana, apa sih sebenarnya MSG itu. Bukan tanpa sebab ia bertanya, karena menurutnya begitu gencarnya tayangan iklan komersial di televisi yang berusaha memikat hati para penikmat makanan dengan jargon umami.
"Apa umami itu MSG, Lisa?", tanyanya dengan lembut.
Dengan tegas saya menjawab, "BUKAN! "
Hentakan suara saya yang tegas membuat dirinya memperhatikan saya dengan seksama. Dengan informasi yang saya miliki seadanya, saya mencoba berdiskusi dengannya mengenai seluk beluk MSG. Rentetan diskusi membuat rasa ingin tahu saya menjadi-jadi, bahkan sekembalinya kami dari perjalanan ekspedisi penuh inspirasi di pedalaman Sumatra Barat, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk merapikan segala persepsi saya yang liar tak terkendali tentang MSG ini.
Apa lacur, bukannya tertata rapi, malah menjadi liar dan militan menjadi-jadi!
Setelah membaca beberapa jurnal ilmiah, artikel, literatur, dan dengar opini dengan beberapa pihak, saya menilai bahwa masih banyak fakta di lapangan yang belum sepenuhnya disampaikan kepada publik mengenai apa yang bernama MSG ini. Informasi memang banyak, tapi apakah informasi bisa dikategorikan sama dengan fakta? Dengan lantang, saya katakan TIDAK..
Fakta adalah informasi yang terverifikasi, terbuka, dan disampaikan tidak disunting atau dipotong demi alasan kepentingan terselubung. Sebuah INFORMASI namanya kalau saya mengatakan bahwa saya tinggal di Jakarta Barat dengan kode pos 11460, namun sebuah FAKTA bila seorang teman melakukan verifikasi dengan mengunjungi rumah saya, melakukan pengecekan di kelurahan tempat saya tinggal dan memeriksa data di Kartu Keluarga saya untuk sekedar memastikan bahwa informasi yang saya berikan itu sah.
Lewat sepenggal tulisan ini, saya hendak berbagi pendapat mengenai keberadaan MSG dan seluk beluknya yang sudah menjadi kontroversi selama hampir 30 tahun. Saya tidak akan menempatkan MSG di atas panggung pementasan dengan tema kesehatan publik, tapi MSG akan saya dudukkan di sebuah singgasana sederhana atas nama sebuah lakon bernafaskan citarasa Indonesia.
Informasi yang sering saya dengar, baca, dan lahap adalah :
MSG merupakan citarasa umami, sebuah rasa yang mampu dilacak oleh lidah selain rasa asin, manis, asam, dan pahit.
Faktanya adalah :
MSG bukanlah umami.
Karena rasa umami itu sendiri ditemukan oleh Profesor Ikeda pada tahun 1908 lewat bahan dasar alami yakni kombu, sejenis rumput laut (Laminaria japonica) yang kemudian berhasil ia patenkan proses pengisolasian glutamat dalam kombu itu sendiri lewat proses kimia klasik, ekstraksi yang melibatkan larutan air, pengangkatan kontaminan seperti mannitol, natrium klorida, dan kalium klorida dengan proses kristalisasi, yang pada akhirnya menghasilkan substansi tunggal dengan formula umum : C5H9NO4, yakni asam glutamat. Rasa dari asam glutamat inilah yang diberi nama umami.
Kemudian informasi lainnya yang banyak beredar bahwa asam glutamat yang menyebabkan rasa umami itu adalah produk alami.
Faktanya adalah :
Asam glutamat yang merupakan salah satu jenis dari asam amino yang banyak terdapat di protein dibedakan menjadi dua jenis :
1. L-asam glutamat (bound glutamic acid)
Asam glutamat inilah yang terdapat di protein, dan sifatnya terikat. Artinya adalah, dalam bahan baku makanan alami, asam glutamat terikat (bound glutamic acid) dengan rantai panjang asam amino lainnya. Nah asam glutamat inilah yang banyak ditemukan di keju, dashi yang terbuat dari kombu, tomat, bawang putih, daging sapi, dll.
2. D-asam glutamat (free glutamic acid)
Asam glutamat jenis inilah yang bersifat bebas dan tidak mengikat protein. D-asam glutamat ini tidak terproses alami dan biasanya diproses secara kimia di luar tubuh manusia. Asam glutamat jenis inilah yang dinamakan MSG (monosodium glutamat), sebuah produk yang dihasilkan lewat proses hidrolisis protein atau gula/sintesis/ fermentasi lewat bantuan bakteri mikroba. MSG yang terbentuk secara kimia rata-rata mengandung 78% glutamat, 12.2% sodium, dan 9.6% air. Jadi, walaupun sumber bahan MSG ini biasanya diklaim sebagai produk alami yang artinya banyak ditemukan di alam, seperti batang tebu dan umbi-umbian, MSG bukanlah asam glutamat terikat karena proses kimia telah mengubah struktur alaminya.
Informasi lain yang tak kalah pentingnya adalah MSG dianggap aman untuk dikonsumsi, bahkan keberadaannya dianggap aman oleh FDA, USDA, dan FASEB bersama dengan garam, gula, soda kue, cuka, dan bahan-bahan makanan lainnya. Isu bahwa MSG menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan juga dapat dipatahkan oleh penelitian-peneliti an lintas sektoral sehingga informasi tersebut dapat dikategorikan sebagai fakta.
Namun ada sebuah informasi di internet yang menyatakan bahwa FDA bekerjasama dengan Ajinomoto untuk melakukan sebuah penelitian apakah MSG memiliki peran dalam meningkatkan berat badan (tentu saja ini perlu dilakukan verifikasi).
Untuk informasi lebih lanjut : http://www.foodnavi gator-usa. com/Science/ Ajinomoto- and-USDA- collaborate- on-MSG-research
Informasi ini menuntun pada sebuah pertanyaan, bentuk kerjasama apalagi yang pernah dilakukan oleh industri manufaktur MSG dengan lembaga lembaga seperti FDA untuk mengarahkan publik pada bentuk informasi longitudinal, bukan fakta lintas sektoral yang sengaja tidak disampaikan secara terbuka.
Saya menilai bahwa bila MSG dianggap aman untuk dikonsumsi bersama dengan gula, garam, dan banyak produk serupa, hal ini merupakan sebuah informasi longitudinal yang harus diragukan. Garam (sodium) terbukti menjadi salah satu pencetus penyakit tekanan darah tinggi dan jantung, serta gula sendiri? Anda tahu jawabannya..
Aman bukan berarti tidak berbahaya, bukan berarti juga belum berbahaya!
Akan menjadi polemik yang memicu ketegangan bila kita kaitkan dampak MSG terhadap kesehatan, karena bila MSG terbukti berpengaruh buruk terhadap kesehatan, mengapa orang Cina dan Jepang tidak mengeluhkan sakit kepala sehabis menyantap makanan mengandung MSG, atau berat badannya naik menjadi-jadi karena MSG dipercaya menjadi pemicu obesitas?
Bukan alasan itu saya memaparkan beberapa fakta seperti di atas. Saya percaya bahwa dengan kombinasi diet berimbang, pola pikir positif, dan olahraga selaras akan meningkatkan daya kesehatan.
Mendapatkan kesehatan yang baik adalah sebuah bonus, sebuah akibat dari menghargai karunia Tuhan lewat konsumsi produk-produk alami berkualitas yang dihasilkan Indonesia.
Tapi alasan bahwa saya tidak lagi mengkonsumsi MSG, bahwa saya termasuk orang yang menarik garis tegas terhadap penggunaan MSG pada makanan, dan bahwa saya merasa bahwa duduk diam seribu bahasa adalah sebuah ketidakpedulian, dan bahwa saya percaya bahwa kedigdayaan citarasa Indonesia tidak seharusnya didikte oleh bumbu penyedap makanan seperti MSG, menjadi alasan sahih mengapa saya meluangkan waktu untuk membagi buah pikiran ini pada Anda.
Sungguh tidak realistis bila saya berharap MSG dilarang penggunaannya di Indonesia.
Namun sebuah harapan yang optimis boleh saya kemukakan bahwa seharusnya di setiap kemasan MSG yang dijual di Indonesia, tertera batas takaran maksimum per orang per hari. Aneh memang harapan ini, karena pada tahun 1987 WHO telah menghapus batasan penggunaan penyedap rasa, seperti MSG. Walau semulanya sempat dibatasi 120 mg/berat badan, artinya bila berat badan Anda 60 kg, maka batas maksimum konsumsi MSG (free glutamic acid) hanya sebesar 7,2 gram, kurang lebih 2 sendok teh saja! Alasan ini sederhana, karena badan kita juga memproduksi asam glutamat alami dan kita dapatkan juga dari aneka produk protein seperti produk fermentasi dari kecap, tauco, terasi, bawang putih, daging, dan sayur-sayuran.
Bayangkan apa jadinya bila konsumsi MSG di Indonesia dibiarkan lepas kendali atas dasar permintaan dan persediaan, semua rasa alami yang dapat dikecap oleh maha karya lidah kita ini harus dibiarkan menghilang berkat dominasi satu rasa saja, umami!
Anak-anak kita tidak mampu lagi membedakan manisnya sawo berkualitas dari daerah Sumpu, Sumatra Barat dengan manisnya gula aren dari daerah Flores. Kita tidak mampu fasih bercerita mengenai gurihnya keasinan garam laut Kusumba, Bali Timur dan kita dibiarkan tidak berdaya untuk mengecap manisnya susu kerbau yang baru saja diperah dari daerah Alam Panjang. Karena menurut lidah kita yang sudah didikte oleh MSG, semua rasa itu tidak ada, samar di ujung lidah dan menguap dengan cepat.
Sungguh menyedihkan bila lidah kita tidak mampu lagi mengecap sensasi rempah yang didapat dari biji coklat matang sempurna dari daerah Pidie Aceh yang kemudian berangsur menghilang tergantikan oleh rasa kacang-kacangan, rasa-rasa ini adalah rasa alami yang hanya didapat oleh lidah yang tidak terkontaminasi.
Sungguh disayangkan bila sensori lidah kita dibiarkan mati suri karena beras Adan Krayan dari Kalimantan Timur memiliki tekstur dan rasa yang mempesona dan beras hitam Wojolaka Flores sungguh molek terkecap di lidah. Hanya lidah, yang dibiarkan mencicipi produk-produk unggulan asli Indonesia tanpa campur tangan bumbu penyedap, yang mampu mendeteksi sensasi-sensasi alam tersebut..
Saya sudah membuktikannya! Hiduplah seminggu tanpa gula berlebihan pada kopi dan teh Anda, konsumsi sedikit nasi, tiadakan MSG dan bumbu penyedap rasa lainnya, dan lidah Anda akan mengucapkan terima kasih tak terhingga..
Salam,
Lisa Virgiano
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Fri Apr 12, 2013 3:56 am (PDT) . Posted by:
"Chita Hidayat"
Makasih kak sharingnya,,
Perlu dicoba nii, seminggu tanpa gula berlebih,,!! Harus stop ngemil dong yaaa..
Q : dan bahwa saya merasa bahwa duduk diam seribu bahasa adalah sebuah ketidakpedulian
A : terima kasih kak cella yang udah peduli, mau berbagi file-file bermanfaat, berbagi ilmu, pengalaman, dan bersusah payah ngetik panjang2 supaya mudah dicerna kita2 yg masih newbie..
Salam hangat
*chita
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Perlu dicoba nii, seminggu tanpa gula berlebih,,!! Harus stop ngemil dong yaaa..
Q : dan bahwa saya merasa bahwa duduk diam seribu bahasa adalah sebuah ketidakpedulian
A : terima kasih kak cella yang udah peduli, mau berbagi file-file bermanfaat, berbagi ilmu, pengalaman, dan bersusah payah ngetik panjang2 supaya mudah dicerna kita2 yg masih newbie..
Salam hangat
*chita
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Fri Apr 12, 2013 3:32 am (PDT) . Posted by:
"alyatabitha" alyatabitha
pak, anakku jg baru aja divonis thalasemia beta trait...berikut hasilnya :
hb 11.2 (10.7-13.1)
leukosit 7.6 (6.0-17.5)
eritrosit 5.47* (3.6-5.2)
trombosit 408 (229-553)
hematokrit 33* (35-43)
mcv 60* (74-102)
mch 20.5* (23-31)
mchc 34.1* (28-32)
tidak ditemukan badan inklusi hbh
hba2 4.8* (2.1-3.1)
hbf 11.2* (<= 2)
kesimpulan : dari indeks dan mofologi etitrosit didapatkan kesan sesuai dengan sifat pembawa thalasemia minor/carier/trait beta
anjuran: analisa dna
lah, jadi binung kok ga ada nilai hbe ya...dan tetap disarankan analisa dna pdhal sudah da kesimpulan dari analisa hb....
fyi tes dilakukan di lab pro*ia
regards
bitha
hb 11.2 (10.7-13.1)
leukosit 7.6 (6.0-17.5)
eritrosit 5.47* (3.6-5.2)
trombosit 408 (229-553)
hematokrit 33* (35-43)
mcv 60* (74-102)
mch 20.5* (23-31)
mchc 34.1* (28-32)
tidak ditemukan badan inklusi hbh
hba2 4.8* (2.1-3.1)
hbf 11.2* (<= 2)
kesimpulan : dari indeks dan mofologi etitrosit didapatkan kesan sesuai dengan sifat pembawa thalasemia minor/carier/
anjuran: analisa dna
lah, jadi binung kok ga ada nilai hbe ya...dan tetap disarankan analisa dna pdhal sudah da kesimpulan dari analisa hb....
fyi tes dilakukan di lab pro*ia
regards
bitha
Fri Apr 12, 2013 3:36 am (PDT) . Posted by:
"alyatabitha" alyatabitha
doktr anto,
ada info yg kurang:
hbA2 4.8 ( 2 - 2.8% untuk usia 4 bulan)
( 2.1 - 3.1 untuk usia 5-6 tahun)
--> jadi pakai nilai rujukan yg mana ya?
tdk ditemukan badan inklusi hbH
regards
bitha
*sengaja tdk potek
--- In sehat@yahoogroups.
>
> Dear dr. Ànto,
>
> HBA2= 4.8 nilai rujukan 2-2.8% (beta thalasemia short program, usia 4bulan)
> --> nilai rujukan untuk usia 4bulan ?
>
> Tidak ditemukan badan inklusi HbH
>
> Regards
> Bitha
>
Mau tanya,, anak saya 1y sejak umur nya 8m pipi sebelah kanannya ada kaya bercak putih gitu.. Kecil kaya panu bentuknya..
Itu kenapa ya? Apakah bisa menyebar? Ada yang tau cara buat hilanginnya?
Semoga ada yang menanggapi :)
Terima kasih
Novi
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Itu kenapa ya? Apakah bisa menyebar? Ada yang tau cara buat hilanginnya?
Semoga ada yang menanggapi :)
Terima kasih
Novi
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Fri Apr 12, 2013 4:13 am (PDT) . Posted by:
"vanessa" psycho_laziale
Pitiriasis alba bukan ?
Coba buka www.dermnet.com
Cocokkan gambarnya dg pytiriasis alba
Klo iya si no worries bisa hilang sendiri
Vanessa
ibu dari Tegar Pramudya Abimanyu
Coba buka www.dermnet.
Cocokkan gambarnya dg pytiriasis alba
Klo iya si no worries bisa hilang sendiri
Vanessa
ibu dari Tegar Pramudya Abimanyu
Fri Apr 12, 2013 4:16 am (PDT) . Posted by:
"Fitri" greencrimsonbaloon
Dear docs & sp,
Perkenalkan saya fitri (silent reader). Banyak ilmu yg telah saya dapat dari sini. Untuk itu saya ucapkan terima kasih to docs & sp.
Saat ini saya mohon info untuk dokter / klinik infertilitas yg bagus di sby untuk adik ipar saya, krn sdh 8 tahun dari anak pertama blm dikaruniai momongan lagi.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk infonya.
Salam,
Fitri (ibu dr raka 9 year,zaafa 2 year)
Sent from my ZaafaBerry®
Perkenalkan saya fitri (silent reader). Banyak ilmu yg telah saya dapat dari sini. Untuk itu saya ucapkan terima kasih to docs & sp.
Saat ini saya mohon info untuk dokter / klinik infertilitas yg bagus di sby untuk adik ipar saya, krn sdh 8 tahun dari anak pertama blm dikaruniai momongan lagi.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk infonya.
Salam,
Fitri (ibu dr raka 9 year,zaafa 2 year)
Sent from my ZaafaBerry®
Saya cuma tau yang di Jakarta, mau ? SOL
Rgds,
Marcella
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Rgds,
Marcella
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
GROUP FOOTER MESSAGE
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.
Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.
Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================