Postingan Kesehatan, Tips Kesehatan, solusi sehat, cara mengobati penyakit

[sehat] Digest Number 19655

15 New Messages

Digest #19655
1a
Re: baby 15 w batuk alergi by "nadya lonianto" nadyalonianto
3a
Re: Diare fungsional? by "Dini Maesarinta"
4a
4b
6
Mohon advice & sharingnya: Problema Kulit saat Hamil by "Dina_Bundadanishali" adin_zahra
12
Baby 12M blm Pup seminggu :( by "rina rahmawati"

Messages

Tue Apr 9, 2013 4:11 pm (PDT) . Posted by:

"nadya lonianto" nadyalonianto

Mbak kiki....
Iya betul mbak,Begitu ya mbak?coba saya kasi nenen aja full ya,sebisa mungkin menghindari botol...

Thanks mpok marcella link nya...

Nadya
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tue Apr 9, 2013 6:14 pm (PDT) . Posted by:

Makasih Mba Cella..
:)
Yuli
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tue Apr 9, 2013 4:45 pm (PDT) . Posted by:

"Dini Maesarinta"

Tergantung mba Nina, diagnosisnya apa dulu?

Cheers, inta-sol

[Non-text portions of this message have been removed]

Tue Apr 9, 2013 4:47 pm (PDT) . Posted by:

"Dini Maesarinta"

Mba Dini,

Segera beri oralit yah mba. Perhatikan tanda gawat darurat dan dehidrasi.

Cheers, Inta-sol

[Non-text portions of this message have been removed]

Tue Apr 9, 2013 5:59 pm (PDT) . Posted by:

mamikev

Dear All,

Mau make sure aja, karena anak-ku tahun ini masuk ke usia 5tahun, maka imunisasi yg harus diulang adalah:
1. Polio
2. DPT
3. Campak

Kalau untuk Varisella, MMR, Tifoid, Hepatitis-A-nya apakah perlu juga?

Varisella(1) saat usia 2tahun; MMR(1) saat usia +/- 15bln; Tifoid (1) saat usia 2tahun; Hepatitis A (1) saat usia 2tahun interval 6bulan

Mohon info-nya.

Have a great day,
mamakelo
Sent from lindalince | @mamakelo

Tue Apr 9, 2013 6:04 pm (PDT) . Posted by:

amianakbinus

Alo mamikev

Yg campaknya ga usah.

MMR, Typhoid, Varicella 2 (kalau mau, kalau sy iya), polio, DPT, hep A 2 klo blm.

Typhoid diulang 3thn sekali

Cmiiw all,
Ami


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tue Apr 9, 2013 6:04 pm (PDT) . Posted by:

"evi"

Dear Sps dan Docs,

Mohon sharing SPs ato Docs yang pernah mengalami cabut gigi/operasi geraham bungsu pada saat hamil dan menyusui.
Saya hamil 13w dengan toddler yg masih menyusui umur 20m. Geraham kanan bawah tumbuh dan sudah berlubang. Posisi tumbuhnya bagus, tidak miring, cuma ya memang sdh berlubang itu. Kemarin sore ke dentist, dentist blg krn lagi hamil lebih baik perawatan gigi dulu saja, nanti kalau nyeri sudah hilang, ditambal sementara.
Tapi, saya baca2 *lupa sumbernya, sebenarnya tidak apa2 kalau cabut gigi/operasi gigi saat hamil, dilihat risk and benefitnya. Kalau memang sering sakit dan gak bisa makan, otomatis asupan nutrisi utk busuimil + janin berkurang.
Mohon sharing docs ato SPs disini..

Saya pribadi sih ingin operasi gigi saja, mengingat hampir tiap 2 - 3 minggu sekali gerahamnya bikin nyut2an. Cuma, saya butuh penguatan dari docs dan SPs disini.

Terima Kasih, semoga berkenan.

Evi

Tue Apr 9, 2013 6:38 pm (PDT) . Posted by:

"Dina_Bundadanishali" adin_zahra

dear all,

mohon bantuannya

berikut ini ada problema temen saya, melihat history kehamilan sebelumnya
dan sekarang yang ada bbrp masalah

Skrg adalah kehamilan ke-3. Kehamilan sebelumnya bayi temen saya mengalami
anencephaly (tengkorak kepala belakang tdk terbentuk) dan akhirnya setelah
dilahirkan 4 hari kmdn meninggal.

Pada kehamilan ke-3 ini cukup mngkhawatirkan, krn awal hamil selalu
disertai flek2 (seperti kehamilan ke-2). Alhamdullilah, menginjak bulan 3,5
- 4 bulan, flek sudah tidak ada dan berdasarkan usg, kondisi bayi baik.

Nah, sudah 2 hari ini teman mengalami gatal-gatal yang tak tertahankan.
Tiba-tiba muncul bentol2 yang awalnya titik merah kecil tapi semakin hari
bentolnya makin besar dan warna ditengahnya semerah/segelap
pinggir2nya.Bentolnya rasanya gatal sekali, paling banyak ada di telapak
tangan, disekitar ketiak, dada, paha, leher, muka. Sekarang malah mata dan
hidung, telapak tangan bengkak.

tidak ada demam. Apabila sehabis mandi, sekujur tubuh gatall sekali.

Temen saya penderita hipertiroid. Sekarang pun masih minum obat hipertiroid.

Kmrn sudah ke dr kulit, dr tdk menyebutkan diagnosis medis, dokter hnya
menjelaskan temen saya kena alergi penyebab penggunaan external use seperti
sabun, shampo , detergen dll bkn krn makanan. Dapat resep: elocon. ctm dan
sabun sebamed dan disarankan produk baby.

Setelah dr dr kulit, bebrapa bagian tubuh mulai bengkak2 (seperti yg saya
critakan diatas)

teman saya cukup khawatir, krn histori dulu, kmdian tiba2 muncul masalah
seperti ini. :(

Apakah ada yg bisa bantu kira2 clue yg saya bisa browse untuk bantu temen
saya? atau ada yg bisa sharing kejadian yg sama pas hamil dlu?

mohon bantuannya all...

terima kasih banyakk

--
Dina Kurniasari
"Semoga semua bayi di dunia mendapat ASI dari ibunya"

[Non-text portions of this message have been removed]

Tue Apr 9, 2013 6:47 pm (PDT) . Posted by:

"/Ghozan"

PARA orang tua penderita autisme perlu memahami bahwa gejala autisme
bersifat individual, berbeda antara anak yang satu dan lainnya sehingga
dibutuhkan penanganan berbeda.

"Penanganan autisme membutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam
pelaksanaannya karena sifatnya yang individual ini," kata Direktur
Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan, Akmal Taher,
saat pembukaan seminar sehari untuk memperingati Hari Autisme Sedunia di
Jakarta, kemarin.

Akmal yang membacakan sambutan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi
mengatakan, penanganan anak penderita autisme merupakan sebuah
perjalanan panjang dan diharapkan agar para orang tua tidak fokus pada
ketidakmampuan anak dalam mengerjakan hal tertentu, tetapi harus juga
berupaya menggali bakat serta potensi yang dimiliki si anak.

Adapun intervensi yang harus dilakukan adalah dengan memberikan terapi
sesuai dengan masalah yang dialami. Misalnya, terapi wicara untuk
masalah komunikasi, terapi perilaku untuk masalah konsentrasi, dan
terapi okupasi untuk permasalahan perkembangan motorik.

"Penanganan anak-anak penyandang autisme sangat tergantung pada
pendekatan holistik yang meliputi diagnosis akurat, terapi, dan
pendidikan yang tepat serta dukungan kuat dari keluarga terdekat dan
semua sektor terkait," kata Akmal.

Penelitian dari Hongkong Study pada 2008 melaporkan prevalensi autisme
sebesar 1,68 per 1.000 untuk anak di bawah 15 tahun. Saat ini, belum ada
penelitian khusus mengenai data autisme pada anak di Indonesia. Namun
jika memakai data Hongkong Study, diperkirakan, terdapat lebih dari 112
ribu anak penyandang autisme pada rentang usia 5-19 tahun di Indonesia.

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang kompleks dengan gejala
meliputi perbedaan dan ketidakmampuan dalam berbagai bidang seperti
kemampuan komunikasi dan interaksi sosial, kemampuan motorik kasar,
serta motorik halus.

Aspek gangguan perkembangan itu dapat muncul dalam bentuk berbeda dengan
sekumpulan gejala klinis yang dilatarbelakangi berbagai faktor yang
sangat bervariasi, berkaitan, dan unik.

Sejak 2007, PBB menyepakati pada 2 April diperingati sebagai Hari
Autisme Sedunia. Peringatan itu dimaksudkan untuk memberikan perhatian
terhadap autisme dan mendorong negara-negara anggota PBB untuk mengambil
langkah-langkah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap autisme. (Ant/H-3)

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2013/04/10/ArticleHtmls/Kesabaran-dan-Konsistensi-Kunci-Penanganan-Autisme-10042013024003.shtml?Mode=1

Tue Apr 9, 2013 6:48 pm (PDT) . Posted by:

"/Ghozan"

*Bila tidak dilakukan penanganan, sekitar 70% pasien hipertensi kronis
akan meninggal karena jantung koroner atau gagal jantung.*

TAHUN ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjadikan penyakit tekanan darah
tinggi (hipertensi) sebagai fokus perhatian dalam peringatan Hari
Kesehatan Dunia yang diperingati setiap 7 April.

Tentu bukan tanpa alasan WHO mengangkat masalah hipertensi.
Diperkirakan, saat ini satu dari tiga orang dewasa di dunia menderita
penyakit tersebut. Meski diderita banyak orang, namun hipertensi seolah
tersembunyi. Banyak orang tak menyadari keberadaannya karena hipertensi
tidak selalu menimbulkan gejala.

Menurut WHO, hipertensi telah menyebabkan 9 juta kematian per tahun
akibat komplikasi yang ditimbulkannya termasuk serangan jantung dan
stroke. Fakta itulah yang menyebabkan hipertensi dijuluki the silent
killer alias si pembunuh senyap.

Kondisi di Indonesia rupanya tidak jauh berbeda. "Berdasarkan hasil
Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2007, pada orang dewasa angka kejadian
hipertensi mencapai 31%. Artinya, satu dari tiga orang dewasa di
Indonesia terkena hipertensi," ujar Ketua Umum Pengurus Besar
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PABDI) Idrus Alwi
di Jakarta, Senin (8/4).

Idrus menjelaskan, penyakit hipertensi pada dasarnya adalah kondisi
tekanan darah yang setelah diperiksa secara berulang hasilnya konsisten
melebihi 140/90 mm Hg.

Ada dua jenis hipertensi yakni hipertensi primer dan sekunder.
Hipertensi primer tidak memiliki penyebab spesifik. Sekitar 90%-95%
hipertensi adalah jenis primer. Adapun yang sekunder merupakan
hipertensi yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit tertentu,
misalnya karena stres, sakit ginjal, preeklamsia pada ibu hamil, atau
apnea (gangguan napas saat tidur).

Pada kesempatan sama, dr Ika Prasetya Wijaya, SpPD memaparkan berbagai
hasil studi menunjukkan hipertensi meningkatkan risiko ke matian dan
komplikasi penyakit.
Ia menjelaskan, meningkatnya tekanan darah yang terus-menerus pada
penderita hipertensi membuat otot jantung menebal dan jantung tidak
efektif dalam memompa darah.
Kondisi itu menjadi sumber penyakit gagal jantung.

Kuatnya arus tekanan darah juga membuat pembuluh darah mudah pecah
terutama pembuluh yang halus di sekitar otak. Karena itulah hipertensi
juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan otak.

"Berdasar data statistik, bila tidak dilakukan penanganan, sekitar 70%
pasien hipertensi kronis akan meninggal karena jantung koroner atau
gagal jantung, 15% terkena kerusakan jaringan otak, dan 10% mengalami
gagal ginjal," jelas Ika.
Tidak bergejala Menurut Ika, sebanyak 80% penderita hipertensi tidak
merasakan gejala apa pun. Hal itu umumnya terjadi pada kasus hipertensi
primer.
"Penemuan hipertensi biasanya terjadi pada saat pemeriksaan rutin atau
kunjungan ke dokter."

Beberapa gejala hipertensi primer yang mungkin dirasakan yakni sakit
kepala di pagi hari sewaktu bangun tidur, kebingungan, telinga
berdenging, jantung sering berdebar-debar, penglihatan kabur, mimisan,
penemuan darah dalam urine.

Pada hipertensi sekunder, Ika menjelaskan, cara mengatasinya harus
dengan menghilangkan penyebabnya.
Adapun pada hipertensi primer, meski tidak memiliki penyebab spesifik,
ada sejumlah faktor risiko yang memicu kehadirannya. Misalnya, risiko
hipertensi meningkat bila kadar kolesterol serta gula dalam darah
penderitanya tinggi.

"Mengurangi faktor risiko hipertensi primer antara lain dengan gaya
hidup yang sehat, berhenti merokok, menghindari kegemukan, membatasi
konsumsi garam maksimal satu sendok teh per hari, dan olahraga 30-45
menit per hari," ujar Ika.

Gejala hipertensi, lanjut Ika, harus diketahui sejak dini dan ditangani
secara tepat. Hipertensi yang sudah menahun bisa dikendalikan dengan
bantuan obat-obatan.

Ia menegaskan pemeriksaan teratur merupakan kunci menekan hipertensi dan
komplikasinya. "Sejauh ini peningkatan kesadaran dan kontrol atas
hipertensi tercatat telah berhasil menekan risiko komplikasinya hingga
50%," papar Ika. (H-3)

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2013/04/10/ArticleHtmls/Mewaspadai-Hipertensi-si-Pembunuh-Senyap-10042013024020.shtml?Mode=1

[Non-text portions of this message have been removed]

Tue Apr 9, 2013 6:52 pm (PDT) . Posted by:

"Indah Anggita" indys95

Hi Imel,

Misal Imel coba bandingkan dengan gambar di internet, rupa ruam kemerahan yang Imel maksud, samakah dengan rupa ruam pada "Miliaria"; ?

Kalau sama, boleh dicek tatalaksananya.
Misalnya disini :

http://www.mayoclinic.com/health/heat-rash/DS01058/DSECTION=symptoms

Mudah-mudahan menolong ..

Salam,
Indah

-----------------

From : Imel

Dok, "1. bedak:
memang bayi gak dianjurkan dipakaikan bedak
baik laki2 maupun perempuan baik di tubuh maupun di genitalianya"

Kalau anak sy ni dok, kan gemuk, lehernya sampe suka merah gt *kaya keringetan buntet*, kdg sy pengen ksh bedak deh dok, pake apa ya pengganti bedak?

Tue Apr 9, 2013 7:04 pm (PDT) . Posted by:

"Imel" maxine_id

Mbak indah,

Ma kasih ya, ga kaya gt sih mbak, cuman merah karena keringet, terus kan gemuk, leher suka ketutup , tapi kalo diangkat dagunya, kdg merah. Td cobain saran mbak cella, berkurang merahnya.

Salam hangat

Tue Apr 9, 2013 7:02 pm (PDT) . Posted by:

"dayu" dyaudee

Dear all,

Mau tanya lagi ... Maaf niy masih awam,mohon pencerahan.
Kalo si anak ternyata menemukan gejala2 tersebut ... Panas tinggi,batuk2,dan terutama sesak nafas tindakan yg secepatnya harus bagaimana ya?
Apakah dengan diinhalasi itu akan meringankan si anak?
Dan bedanya penyakit pneumonia itu hanya virus dan bakteri apa ya?
Apabila sudah pernah dibahas mohon dibantu linknya.

Karena kejadian sm anak saya sudah 3 kali terjangkit dan sebutkan pneumonia penyakitnya, sebelum ini klo ketularan batpil HT saja sudah bisa sembuh meskipun agak lama.
Nah sejak dia batpil dan sesak nafas yg pertama harus opname krn sudah berat dan cek darah leukositnya tinggi.
Yg kedua krn trauma ada tanda2 spt sbelumnya lsg dibawa ke dokter diinnhalasi dan diberi AB.
Yg ketiga kejadian lagi kebetulan ditangani dokter lain (das yg biasa dioleh2i banyak obat. Tp masih konsul dsanya obat tidak diminum semuanya tp AB diminum.

Mohon dibantu pencerahannya ya

Thanks alot
Dayu

Tue Apr 9, 2013 7:30 pm (PDT) . Posted by:

"siti" salsabila_yes

hihi...maaaap yaaa yang punya thread asli...
:)

--- In sehat@yahoogroups.com, /Ghozan <ghozan10032005@...> wrote:
>
> ibu saya buatkan thread baru yah. biar mudah ndak mbajak thread orang :)
>
>

Tue Apr 9, 2013 7:42 pm (PDT) . Posted by:

"rina rahmawati"

Dear Docs n SPs..

Ini cerita teman saya. Dia pny baby cewe kurleb usia 1taun. Blm bisa pup kurleb seminggu. Dibawa ke dokter, kt dokternya gak boleh nyusu dulu, biar makanan aja yg masuk(si baby memang agak susah makan,jd maunya susu aja) dengan harapan bisa pup segera. Sampai hari ini blm bisa pup juga, kata dokternya harus dikeluarkan dengan tindakan medis(semacam operasi). Nah yg saya mau tanyakan, apa memang harus dgn cara seperti itu(operasi) atau dengan tindakan lain?kalopun operasi, diapain dan lewat mana dikeluarkan nya ya?

Regards,
Rina
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
GROUP FOOTER MESSAGE
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================

Like This!!!

Komentar Pembaca