15 New Messages
Digest #19649
Messages
Mon Apr 8, 2013 10:29 pm (PDT) . Posted by:
"E-ll-Y"
Oya maaf lupa,
Bayi saya perempuan.
Powered by E-ll-Y®
Bayi saya perempuan.
Powered by E-ll-Y®
Mon Apr 8, 2013 10:40 pm (PDT) . Posted by:
"Gundut" gundut_aku
Dear Bunda Elin
sejak mpsi bintang belum pernah makan kismis bunda
salam semangat
agustina
sejak mpsi bintang belum pernah makan kismis bunda
salam semangat
agustina
Mon Apr 8, 2013 11:11 pm (PDT) . Posted by:
"menik" mumut_cimz
Ah iya mba niken, itu jg yg mau saya tanyakan, saya liat bnyk skali yaa yg resisten :'( astaghfirullah.
Mungkin krn sejak kecil ortu saya rajin bw saya ke dokter klo sakit..
Sejak hamil dan punya anak, baru belajar utk lbh rasional..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...
Mon Apr 8, 2013 11:42 pm (PDT) . Posted by:
"/Ghozan"
On 4/9/2013 1:11 PM, menik wrote:
sambil nunggu ahlinya
kalau boleh tahu mbak menik, sekadar utk kehati2an
atas dasar apa mbak menik melakukan kultur urine?
bagaimana sample pengambilannya?
sekedar bahan bacaan utk diskusi dengan dokternya nanti terkait dengan
hasil labnya
http://emedicine.medscape.com/article/216845-treatment
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1068582/
mohon maaf kl kurang membantu
semoga lekas sembuh
salam
sambil nunggu ahlinya
kalau boleh tahu mbak menik, sekadar utk kehati2an
atas dasar apa mbak menik melakukan kultur urine?
bagaimana sample pengambilannya?
sekedar bahan bacaan utk diskusi dengan dokternya nanti terkait dengan
hasil labnya
http://emedicine.
http://www.ncbi.
mohon maaf kl kurang membantu
semoga lekas sembuh
salam
Mon Apr 8, 2013 11:15 pm (PDT) . Posted by:
nina_ummi_amf
Mbak saras,
Terimakasih infonya, memang abses gusinya, tapi sy pribadi nggak yakin kalau bernanah, karena bengkaknya baru 1 hari,,
Kalau saya hentikan obatnya apakah tidak apa2, sedangkan saya sudah 2x meminumnya
Maaf banyak bertanya
Salam
Nina
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Terimakasih infonya, memang abses gusinya, tapi sy pribadi nggak yakin kalau bernanah, karena bengkaknya baru 1 hari,,
Kalau saya hentikan obatnya apakah tidak apa2, sedangkan saya sudah 2x meminumnya
Maaf banyak bertanya
Salam
Nina
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Mon Apr 8, 2013 11:16 pm (PDT) . Posted by:
nina_ummi_amf
Mbak ami
Terimakasih masukannya, saya juga sudah googling, tapi belum sepenuhnya faham, terimakasih link nya,, segera dibuka biar nggak bingung lagi
Regards
Nina
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Terimakasih masukannya, saya juga sudah googling, tapi belum sepenuhnya faham, terimakasih link nya,, segera dibuka biar nggak bingung lagi
Regards
Nina
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Mon Apr 8, 2013 11:18 pm (PDT) . Posted by:
"/Ghozan"
On 4/9/2013 1:14 PM, naztayesha@yahoo.com wrote:
> Terimakasih infonya, memang abses gusinya, tapi sy pribadi nggak yakin kalau bernanah, karena bengkaknya baru 1 hari,,
=> nah loh kok muncul diagnosis peri...dengan abses artinya bernanah
>
> Kalau saya hentikan obatnya apakah tidak apa2, sedangkan saya sudah 2x meminumnya
=> wong saya bukan dokter dan gak melihat sendiri
saya percayakan sepenuhnya ke mbak nina...monggo......
kalau toh butuh biasanya cuma 1 jenis.
>
> Maaf banyak bertanya
=> malu bertanya sesat di milis :)
moga lekas sembuh
saras
> Terimakasih infonya, memang abses gusinya, tapi sy pribadi nggak yakin kalau bernanah, karena bengkaknya baru 1 hari,,
=> nah loh kok muncul diagnosis peri...dengan abses artinya bernanah
>
> Kalau saya hentikan obatnya apakah tidak apa2, sedangkan saya sudah 2x meminumnya
=> wong saya bukan dokter dan gak melihat sendiri
saya percayakan sepenuhnya ke mbak nina...monggo.
kalau toh butuh biasanya cuma 1 jenis.
>
> Maaf banyak bertanya
=> malu bertanya sesat di milis :)
moga lekas sembuh
saras
Mon Apr 8, 2013 11:24 pm (PDT) . Posted by:
"/Ghozan"
ada komentar #ehm.
5 Penyakit Anak Yang Perlu dan Tak Perlu Antibiotika
Penulis : Dr. Widodo Judarwanto Sp.A | Selasa, 9 April 2013 | 09:16 WIB
KOMPAS.com - Pemberian antibiotika berlebihan tampaknya semakin
meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Pemberian antibiotika secara
berlebihan atau irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat
dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya.
Sebenarnya permasalahan ini lebih dari dua puluh tahun lalu dihadapi
oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Namun saat ini di Indonesia
masih mengalami dan masih menjadi masalah serius. Menurut penelitian US
National Ambulatory Medical Care Survey, pada tahun 1989, setiap tahun
sekitar 84% setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil
lainnya didapatkan, 47,9 persen resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat
antibiotika.
Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup
mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang
cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut. Di
Amerika Serikat, karena upaya kampanye dan edukasi terus menerus
terhadap masyarakat dan dokter ternyata dapat menurunkan penggunaan
antibiotika secara drastis.
Proporsi anak usia 0 - 4 tahun yang mendapatkan antibiotika menurun dari
47,9 persen tahun 1996 menjadi 38,1 persen tahun 2000. Jumlah rata-rata
antibiotika yang diresepkan menurun pada tahun 2000. Rata-rata
pengeluaran biaya juga dapat ditekan cukup banyak, pada tahun 1996
sebesar 31,45 dollar AS menjadi 21,04 dollar AS per anak tahun 2000.
Di Indonesia belum ada data resmi tentang penggunaan antibiotika.
Sehingga banyak pihak saat ini tidak khawatir dan sepertinya tidak
bermasalah. Tetapi berdasarkan tingkat pendidikan atau pengetahuan
masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian
antibiotika di Indonesia jauh banyak dan lebih mencemaskan dan secara
tidak langsung mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.
5 Indikasi Pemberian Antibiotika
1. Indikasi yang tepat dan benar dalam pemberian antibiotika pada
anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Menurut CDC
(Centers for Disease Control and Prevention) indikasi pemberian
antibiotika adalah bila batuk dan pilek berkelanjutan selama lebih 10 -
14 hari yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan
pagi hari). Batuk malam dan pagi hari biasanya berkaitan dengan alergi
atau bukan lagi dalam fase infeksi dan tidak perlu antibiotika
2. Bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti
panas lebih dari 39 derajat Celcius dengan cairan hidung purulen,
nyeri, pembengkakan sekitar mata dan wajah. Pilihan pertama pengobatan
antibiotika untuk kasus ini cukup dengan pemberian Amoxicillin,
Amoxicillinm atau Clavulanate. Bila dalam 2 - 3 hari membaik pengobatan
dapat dilanjutkan selama 7 hari setelah keluhan membaik atau biasanya
selama 10 - 14 hari.
3. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus. Penyakit ini
pada umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih. Pada anak usia 4
tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini.
4. Infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri
biasanya dengan melakukan kultur darah atau urine. Apabila dicurigai
adanya infeksi saluran kemih, dilakukan pemeriksaan kultur urine.
Setelah beberapa hari akan diketahui bila ada infeksi bakteri berikut
jenis dan sensitivitas terhadap antibiotika.
5. Penyakit Tifus. Untuk mengetahui penyakit tifus harus dilakukan
pemeriksaan darah Widal dan kultur darah gal. Anak usia di bawah 5 tahun
yang mengalami infeksi virus sering mengalami overdiagnosis penyakit
Tifus. Sering terjadi kesalahan persepsi dalam pembacaan hasil
laboratorium. Infeksi virus dengan peningkatan sedikit pemeriksaan nilai
widal sudah divonis gejala tifus dan dihantam dengan antibiotika.
Kondisi yang tak perlu antibiotika
Rekomendasi dan penyuluhan kepada para orangtua dan dokter di Amerika
Serikat telah dilakukan atas kerjasama CDC dan AAP (American Academy of
Pediatrics) sejak 10 tahun lalu. Penyuluhan ini untuk memberikan
pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika.
Di Indonesia, mitos dan kekeliruan masih banyak dianut sebagian dokter
di Indonesia. Berikut adalah kondisi yang sebenarnya tak perlu
menggunakan antibiotika.
1. Pilek, panas dan batuk adalah gejala dari Infeksi Saluran
Pernapasan Atas yang disebabkan virus.
2. Perubahan warna dahak dan ingus menjadi kental kuning, berlendir
dan kehijauan adalah merupakan perjalanan klinis infeksi saluran napas
atas karena virus, dan bukan merupakan indikasi antibiotika.
3. Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit
dan mencegah infeksi tumpangan bakteri.
4. Sebagian besar kasus penyakit pada anak yang berobat jalan
penyebabnya adalah virus. Dengan kata lain, seharusnya kemungkinan
penggunaan antibiotika yang benar tidak besar atau mungkin hanya sekitar
10 - 15% penderita anak. Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk
"self limiting disease" atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5
- 7 hari. Sebagian besar penyakit infeksi diare, batuk, pilek dan
panas penyebabnya adalah virus. Secara umum setiap anak akan mengalami
2 hingga 9 kali penyakit saluran napas karena virus. Sebaiknya jangan
terlalu mudah mendiagnosis (overdiagnosis) sinusitis pada anak. Bila
tidak terdapat komplikasi lainnya secara alamiah pilek, batuk dan
pengeluaran cairan hidung akan menetap paling lama sampai 14 hari
setelah gejala lainnya membaik
5. Sebuah penelitian terhadap gejala pada 139 penderita pilek(flu)
karena virus didapatkan bahwa pemberian antibiotik pada kelompok kontrol
tidak memperbaiki cairan mucopurulent dari hidung. Antibiotika tidak
efektif mengobati infeksi saluran napas atas dan tidak mencegah infeksi
bakteri tumpangan. Sebagian besar infeksi saluran napas atas termasuk
sinus paranasalis sangat jarang sekali terjadi komplikasi bakteri.
http://health.kompas.com/read/2013/04/09/09160296/5.Penyakit.Anak.Yang.Perlu.dan.Tak.Perlu.Antibiotika
5 Penyakit Anak Yang Perlu dan Tak Perlu Antibiotika
Penulis : Dr. Widodo Judarwanto Sp.A | Selasa, 9 April 2013 | 09:16 WIB
KOMPAS.com - Pemberian antibiotika berlebihan tampaknya semakin
meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Pemberian antibiotika secara
berlebihan atau irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat
dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya.
Sebenarnya permasalahan ini lebih dari dua puluh tahun lalu dihadapi
oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Namun saat ini di Indonesia
masih mengalami dan masih menjadi masalah serius. Menurut penelitian US
National Ambulatory Medical Care Survey, pada tahun 1989, setiap tahun
sekitar 84% setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil
lainnya didapatkan, 47,9 persen resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat
antibiotika.
Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup
mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang
cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut. Di
Amerika Serikat, karena upaya kampanye dan edukasi terus menerus
terhadap masyarakat dan dokter ternyata dapat menurunkan penggunaan
antibiotika secara drastis.
Proporsi anak usia 0 - 4 tahun yang mendapatkan antibiotika menurun dari
47,9 persen tahun 1996 menjadi 38,1 persen tahun 2000. Jumlah rata-rata
antibiotika yang diresepkan menurun pada tahun 2000. Rata-rata
pengeluaran biaya juga dapat ditekan cukup banyak, pada tahun 1996
sebesar 31,45 dollar AS menjadi 21,04 dollar AS per anak tahun 2000.
Di Indonesia belum ada data resmi tentang penggunaan antibiotika.
Sehingga banyak pihak saat ini tidak khawatir dan sepertinya tidak
bermasalah. Tetapi berdasarkan tingkat pendidikan atau pengetahuan
masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian
antibiotika di Indonesia jauh banyak dan lebih mencemaskan dan secara
tidak langsung mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.
5 Indikasi Pemberian Antibiotika
1. Indikasi yang tepat dan benar dalam pemberian antibiotika pada
anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Menurut CDC
(Centers for Disease Control and Prevention) indikasi pemberian
antibiotika adalah bila batuk dan pilek berkelanjutan selama lebih 10 -
14 hari yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan
pagi hari). Batuk malam dan pagi hari biasanya berkaitan dengan alergi
atau bukan lagi dalam fase infeksi dan tidak perlu antibiotika
2. Bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti
panas lebih dari 39 derajat Celcius dengan cairan hidung purulen,
nyeri, pembengkakan sekitar mata dan wajah. Pilihan pertama pengobatan
antibiotika untuk kasus ini cukup dengan pemberian Amoxicillin,
Amoxicillinm atau Clavulanate. Bila dalam 2 - 3 hari membaik pengobatan
dapat dilanjutkan selama 7 hari setelah keluhan membaik atau biasanya
selama 10 - 14 hari.
3. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus. Penyakit ini
pada umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih. Pada anak usia 4
tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini.
4. Infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri
biasanya dengan melakukan kultur darah atau urine. Apabila dicurigai
adanya infeksi saluran kemih, dilakukan pemeriksaan kultur urine.
Setelah beberapa hari akan diketahui bila ada infeksi bakteri berikut
jenis dan sensitivitas terhadap antibiotika.
5. Penyakit Tifus. Untuk mengetahui penyakit tifus harus dilakukan
pemeriksaan darah Widal dan kultur darah gal. Anak usia di bawah 5 tahun
yang mengalami infeksi virus sering mengalami overdiagnosis penyakit
Tifus. Sering terjadi kesalahan persepsi dalam pembacaan hasil
laboratorium. Infeksi virus dengan peningkatan sedikit pemeriksaan nilai
widal sudah divonis gejala tifus dan dihantam dengan antibiotika.
Kondisi yang tak perlu antibiotika
Rekomendasi dan penyuluhan kepada para orangtua dan dokter di Amerika
Serikat telah dilakukan atas kerjasama CDC dan AAP (American Academy of
Pediatrics) sejak 10 tahun lalu. Penyuluhan ini untuk memberikan
pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika.
Di Indonesia, mitos dan kekeliruan masih banyak dianut sebagian dokter
di Indonesia. Berikut adalah kondisi yang sebenarnya tak perlu
menggunakan antibiotika.
1. Pilek, panas dan batuk adalah gejala dari Infeksi Saluran
Pernapasan Atas yang disebabkan virus.
2. Perubahan warna dahak dan ingus menjadi kental kuning, berlendir
dan kehijauan adalah merupakan perjalanan klinis infeksi saluran napas
atas karena virus, dan bukan merupakan indikasi antibiotika.
3. Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit
dan mencegah infeksi tumpangan bakteri.
4. Sebagian besar kasus penyakit pada anak yang berobat jalan
penyebabnya adalah virus. Dengan kata lain, seharusnya kemungkinan
penggunaan antibiotika yang benar tidak besar atau mungkin hanya sekitar
10 - 15% penderita anak. Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk
"self limiting disease" atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5
- 7 hari. Sebagian besar penyakit infeksi diare, batuk, pilek dan
panas penyebabnya adalah virus. Secara umum setiap anak akan mengalami
2 hingga 9 kali penyakit saluran napas karena virus. Sebaiknya jangan
terlalu mudah mendiagnosis (overdiagnosis) sinusitis pada anak. Bila
tidak terdapat komplikasi lainnya secara alamiah pilek, batuk dan
pengeluaran cairan hidung akan menetap paling lama sampai 14 hari
setelah gejala lainnya membaik
5. Sebuah penelitian terhadap gejala pada 139 penderita pilek(flu)
karena virus didapatkan bahwa pemberian antibiotik pada kelompok kontrol
tidak memperbaiki cairan mucopurulent dari hidung. Antibiotika tidak
efektif mengobati infeksi saluran napas atas dan tidak mencegah infeksi
bakteri tumpangan. Sebagian besar infeksi saluran napas atas termasuk
sinus paranasalis sangat jarang sekali terjadi komplikasi bakteri.
http://health.
Mon Apr 8, 2013 11:34 pm (PDT) . Posted by:
"Inta" intamaesarinta
Dear mba Imel,
Sama banget nih kayak Alluna (2y) anak saya. Klo lagi batuk, paling parah pasti tengah malam menjelang dini hari. BIsa gak berhenti berhenti sampe gak bisa tidur kadang malah sampe muntah muntah. Yang saya lakukan:
1. Air putih kasih sedikit sedikit
2. Gantiin baju, pakein yang hangat hangat kayak minyak kayu putih, matiin kipas angin atau ac
3. pelukan sama anaknya hihihi
biasanya timbul batuk berkepanjangan gini karena dingin, bajunya basah kena keringet.
hth yah mba. oia, singkirkan dulu kemungkinan alergi yah mba. Tapi ini kejadiannya emang klo lagi batuk pilek aja kan yah, bukan setiap hari baik sehat maupun sakit?
Cheers, Inta
Mon Apr 8, 2013 11:40 pm (PDT) . Posted by:
"Imel" maxine_id
Iya mbak inta, bukan alergi. Batuk biasa.
Pake balsem V***s juga didada n punggung.
Tadinya pake pilek, pileknya udh ilang, tgl si batuk nih.
Salam hangat
Pake balsem V***s juga didada n punggung.
Tadinya pake pilek, pileknya udh ilang, tgl si batuk nih.
Salam hangat
Mon Apr 8, 2013 11:37 pm (PDT) . Posted by:
"Nurmila Habibie" milahabibie
Dear mb niken..
Sekedar sharing, anak pertama saya juga divakum. Wkt itu mmg dokter
mengingatkan kalo bayinya tdk boleh sering diangkat2 dan bagian kepalanya
jgn terlalu sering berguncang.
Tapi saya tetap menyusui langsung, ya tentunya lebih hati2. Bayinya disusui
sambil baring.
Klo pun bayinya gak boleh diangkat2, kenapa gak dikasi asi perah aja.
Sptnya gak ada alasan bwt ngasi sufor.
wassalaam
mila
[Non-text portions of this message have been removed]
Sekedar sharing, anak pertama saya juga divakum. Wkt itu mmg dokter
mengingatkan kalo bayinya tdk boleh sering diangkat2 dan bagian kepalanya
jgn terlalu sering berguncang.
Tapi saya tetap menyusui langsung, ya tentunya lebih hati2. Bayinya disusui
sambil baring.
Klo pun bayinya gak boleh diangkat2, kenapa gak dikasi asi perah aja.
Sptnya gak ada alasan bwt ngasi sufor.
wassalaam
mila
[Non-text portions of this message have been removed]
Mon Apr 8, 2013 11:52 pm (PDT) . Posted by:
ni.nugroho
Thread awalnya blm masuk push mail nih, tp atas alasan apa ya nggak boleh disusui?
Anak saya juga kelahirannya dibantu vakum dan sama sekali nggak ada perlakuan khusus. Mb silakan browsing "vacuum extraction" untuk informasi lebih lanjut.
Salam,
Rini
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Anak saya juga kelahirannya dibantu vakum dan sama sekali nggak ada perlakuan khusus. Mb silakan browsing "vacuum extraction" untuk informasi lebih lanjut.
Salam,
Rini
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...
Mon Apr 8, 2013 11:40 pm (PDT) . Posted by:
rika_elfira
Dear ibu2,
Udh pada baca2 jadwal imunisasi dr idai atau cdc?
Kalo mau enak sih liat ke cdc trus liat jadwal catch-up immunization
Atau...saya copas dr arsip yah:
ini tools paling gampang buat ngecek klo suatu imunisasi masih bs di buat jadwal susulan ato tidak.
https://www.vacscheduler.org/scheduler.html?v=patient
nanti masukkan tgl lahir anak, dan imunisasi apa yg udah pernah diberikan, trus klik tombol get schedule nya.
Thx®ards,
@rikaelfira
(bundanya alya-3yo & arka-7mo)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Udh pada baca2 jadwal imunisasi dr idai atau cdc?
Kalo mau enak sih liat ke cdc trus liat jadwal catch-up immunization
Atau...saya copas dr arsip yah:
ini tools paling gampang buat ngecek klo suatu imunisasi masih bs di buat jadwal susulan ato tidak.
https://www.
nanti masukkan tgl lahir anak, dan imunisasi apa yg udah pernah diberikan, trus klik tombol get schedule nya.
Thx®ards,
@rikaelfira
(bundanya alya-3yo & arka-7mo)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Mon Apr 8, 2013 11:43 pm (PDT) . Posted by:
"siti sholihah" salsabila_yes
bu dokter purnamawati.spak yang baik... :)
mau tanya nih. anak saya umur 7bulan 2 hari, berat badan 6,2kg saat 6bulan3minggu-berat lahir 3,1kg, tinggi 64cm lahir 51cm. sudah 3 minggu ini batuk ngrok2, bahkan klo lagi nenen ky ada lendir yang mengganggu. klo dilihat riwayatnya, 5 minggu yang lalu, dia kena pilek karena tertular, 3 hari pilek selsai, dilanjutkan batuk buat ngeluarin lendir. selama 5 minggu ini, dia pilek 3x, karena setelah sembuh pilek terus tertular lagi. sampai saat ini masih batuk ngrok2. karena sudah mulai mpasi 3x sehari, dia minum 150ml selama saya tinggal kerja, kurleb 10jam. sudah periksa dipuskesmas, katanya cuma batuk karena tertular, sama dokter cuma distetoskop dan dia bilang klo banyak yg sakit batuk dirumah berarti dia tertular. kemaren sy sempat rutin kasih air kencur dan dia suka, namun beberapa hari ini lagi stop. pertanyaan saya:
1. apakah batuk anak saya wajar dan hanya karena virus?
2. apakah batuknya belum kunjung sembuh dikarenakan kurang minum dan kurang tidur?
saya tinggal kerja selam 10 jam, minum asip cuma 150ml-200ml, makan 2x
3. bisa dikaitkan dengan gejala paru2 basah/TBC mengingat kamar yang dipakai anak saya selama saya tinggal kerja, sirkulasi udara kurang baik(lembab).
4. apakah ada hubungan antara batuk belum sembuh-kekebalan tubuh belum pulih-memicu belekan?
sudah 2 minggu ini dia belekan, namun mata nya tidak merah.
5. apakah belekan-batuk belum sembuh ada terkaitan dengan mau tumbuh gigi?
gusi sudah teraba keras dan ketika disuapin dengan sendok terasa ada gesekan seperti sendok gesekan ma gusi.
6. apakah ada hubungan antara tidak diberi imunisasi dan berat badan naek cuma dikit (minimal 2ons saja pada umur 6 bulan). mengingat setiap waktunya imunisasi, anak saya panas, ntah karena kecengklok/kecetit atau mau pilek.
maaf pertanyaan saya panjang, mohon maklum karena anak saya baru satu, kurang pengalaman dan kurang ilmu.
[Non-text portions of this message have been removed]
mau tanya nih. anak saya umur 7bulan 2 hari, berat badan 6,2kg saat 6bulan3minggu-
1. apakah batuk anak saya wajar dan hanya karena virus?
2. apakah batuknya belum kunjung sembuh dikarenakan kurang minum dan kurang tidur?
saya tinggal kerja selam 10 jam, minum asip cuma 150ml-200ml, makan 2x
3. bisa dikaitkan dengan gejala paru2 basah/TBC mengingat kamar yang dipakai anak saya selama saya tinggal kerja, sirkulasi udara kurang baik(lembab)
4. apakah ada hubungan antara batuk belum sembuh-kekebalan tubuh belum pulih-memicu belekan?
sudah 2 minggu ini dia belekan, namun mata nya tidak merah.
5. apakah belekan-batuk belum sembuh ada terkaitan dengan mau tumbuh gigi?
gusi sudah teraba keras dan ketika disuapin dengan sendok terasa ada gesekan seperti sendok gesekan ma gusi.
6. apakah ada hubungan antara tidak diberi imunisasi dan berat badan naek cuma dikit (minimal 2ons saja pada umur 6 bulan). mengingat setiap waktunya imunisasi, anak saya panas, ntah karena kecengklok/kecetit atau mau pilek.
maaf pertanyaan saya panjang, mohon maklum karena anak saya baru satu, kurang pengalaman dan kurang ilmu.
[Non-text portions of this message have been removed]
Mon Apr 8, 2013 11:48 pm (PDT) . Posted by:
"/Ghozan"
ibu saya buatkan thread baru yah. biar mudah ndak mbajak thread orang :)
On 4/9/2013 1:42 PM, siti sholihah wrote:
> bu dokter purnamawati.spak yang baik... :)
>
> mau tanya nih. anak saya umur 7bulan 2 hari, berat badan 6,2kg saat 6bulan3minggu-berat lahir 3,1kg, tinggi 64cm lahir 51cm. sudah 3 minggu ini batuk ngrok2, bahkan klo lagi nenen ky ada lendir yang mengganggu. klo dilihat riwayatnya, 5 minggu yang lalu, dia kena pilek karena tertular, 3 hari pilek selsai, dilanjutkan batuk buat ngeluarin lendir. selama 5 minggu ini, dia pilek 3x, karena setelah sembuh pilek terus tertular lagi. sampai saat ini masih batuk ngrok2. karena sudah mulai mpasi 3x sehari, dia minum 150ml selama saya tinggal kerja, kurleb 10jam. sudah periksa dipuskesmas, katanya cuma batuk karena tertular, sama dokter cuma distetoskop dan dia bilang klo banyak yg sakit batuk dirumah berarti dia tertular. kemaren sy sempat rutin kasih air kencur dan dia suka, namun beberapa hari ini lagi stop. pertanyaan saya:
> 1. apakah batuk anak saya wajar dan hanya karena virus?
> 2. apakah batuknya belum kunjung sembuh dikarenakan kurang minum dan kurang tidur?
> saya tinggal kerja selam 10 jam, minum asip cuma 150ml-200ml, makan 2x
> 3. bisa dikaitkan dengan gejala paru2 basah/TBC mengingat kamar yang dipakai anak saya selama saya tinggal kerja, sirkulasi udara kurang baik(lembab).
> 4. apakah ada hubungan antara batuk belum sembuh-kekebalan tubuh belum pulih-memicu belekan?
> sudah 2 minggu ini dia belekan, namun mata nya tidak merah.
> 5. apakah belekan-batuk belum sembuh ada terkaitan dengan mau tumbuh gigi?
> gusi sudah teraba keras dan ketika disuapin dengan sendok terasa ada gesekan seperti sendok gesekan ma gusi.
> 6. apakah ada hubungan antara tidak diberi imunisasi dan berat badan naek cuma dikit (minimal 2ons saja pada umur 6 bulan). mengingat setiap waktunya imunisasi, anak saya panas, ntah karena kecengklok/kecetit atau mau pilek.
>
> maaf pertanyaan saya panjang, mohon maklum karena anak saya baru satu, kurang pengalaman dan kurang ilmu.
>
>
On 4/9/2013 1:42 PM, siti sholihah wrote:
> bu dokter purnamawati.
>
> mau tanya nih. anak saya umur 7bulan 2 hari, berat badan 6,2kg saat 6bulan3minggu-
> 1. apakah batuk anak saya wajar dan hanya karena virus?
> 2. apakah batuknya belum kunjung sembuh dikarenakan kurang minum dan kurang tidur?
> saya tinggal kerja selam 10 jam, minum asip cuma 150ml-200ml, makan 2x
> 3. bisa dikaitkan dengan gejala paru2 basah/TBC mengingat kamar yang dipakai anak saya selama saya tinggal kerja, sirkulasi udara kurang baik(lembab)
> 4. apakah ada hubungan antara batuk belum sembuh-kekebalan tubuh belum pulih-memicu belekan?
> sudah 2 minggu ini dia belekan, namun mata nya tidak merah.
> 5. apakah belekan-batuk belum sembuh ada terkaitan dengan mau tumbuh gigi?
> gusi sudah teraba keras dan ketika disuapin dengan sendok terasa ada gesekan seperti sendok gesekan ma gusi.
> 6. apakah ada hubungan antara tidak diberi imunisasi dan berat badan naek cuma dikit (minimal 2ons saja pada umur 6 bulan). mengingat setiap waktunya imunisasi, anak saya panas, ntah karena kecengklok/kecetit atau mau pilek.
>
> maaf pertanyaan saya panjang, mohon maklum karena anak saya baru satu, kurang pengalaman dan kurang ilmu.
>
>
GROUP FOOTER MESSAGE
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.
Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.
Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================